Selasa, 29 Oktober 2013

pesan bisnis



Perencanaan Pesan-Pesan Bisnis

Perencanaan pesan bisnis adalah proses komposisi penyusunan pesan bisnis. Proses itu sendiri terdiri dari perencanaan tujuan audiens, ide, saluran ; pengorganisasian ide; membuat draf, merangkai kata / kalimat/ paragraph; dan merevisi.
Tujuan dalam perencanaan bisnis harus dievaluasi apakah tujuan realistis, waktu tepat, dan dapat diterima. Tujuan juga harus diuji apakah sesuai dengan kemampuan, ketepatan waktu dan orang, dan selaras dengan tujuan organisasi.
Untuk membuat perencanaan bisnis yang baik komunikator perlu melakukan analisis audiens. Caranya aadalah dengan mengembangkan profil audiens dan menganalisa pemuasan konsumen. Komunikator mengantisipasi rekasi audiens, memperkirakan jumlah, mengetahui hubungan komunikator dengan audiens apakah kenal atau tidak. Untuk pemuasan audiens komunikator perlu mengetahui kebutuhan informasi audiens. Pemuasan juga bisa dilakukan dengan motivasional dengan pendekatan argumentasi, rasional, dan emosi audiens. Pemuasan emosional digunakan untuk mengubah perilaku audiens. Akan tetapi ada hambatan yaitu audiens cederung tidak mau berubah untuk hal baru.
Penentuan ide pokok untuk menemukan cara mencapai tujuan tertentu bisa dilakukan dengan brainstorming. Brainstorming dilakukan melalui beberapa cara : story teller tour, random list, CFR (Conclusion Finding Recommendation)Worksheet, question and answer chain, dan journalist approach.
Dalam seleksi saluran perlu dipertimbangkan beberapa hal yaitu tingkat kepentingan, formalitas, kompleksitas,kerahasian, emosi, biaya, dan harapan audiens.
Saluran lisan memiliki kelebihan cepat mendapat feedback dan menyampaikan pesan, audiens merasa nyaman, reaksi audiens terbaca, dan ekonomis. Bentuk saluran lisan adalah percakapan, wawancara, diskusi, seminar, lokakarya, pelatihan, pidato, dan presentasi. Saluran lisan informal itu tidak terstruktur tapi ide lancer. Saluran lisan formal terjadi saat RUPS, presentasi, dan penganugerahan. Alat Bantu yang digunakan adalah film, video, rekaman, LCD, dan slide.
Saluran tulisan memiliki kelebihan yaitu lebih teratur karena komunikator sempat merencanakan dan mengendalikan isi pesan. Bentuknya adalahsurat, memo, dan proposal.Setelah Memperoleh gambaran mengenai berbagai macam bentuk saluran komunikasi baik formal maupun informal langkah berikutnya adalah melakukan perencanaan pesan-pesan bisnis, yang mencakup pesan yang tertulis maupun lisan.
Perencanaan bisnis merupakan satu langkah strategis bagi pencaaian tujuan suatu organisasi secara menyeluruh. Pesan-pesan bisnis yang terencana dengan baik mempermudah pencapaian tujuan komunikasi. Makalah ini akan menjelaskan tentang perencanaan pesan-pesan bisnis yang difokuskan pada perencanaan pesan-pesan bisnis secara tertulis
Yang termasuk perencanaan pesan-pesan bisnis adalah :
1. Pemahaman Proses Komposisi
Penyusunan proses komposisi seperti halnya proses menciptakan lagu;merencanakan lagu, membuat aransemen dan menentukan musisinya hinnga melakukan revisi-revisi hingga lagu enak didengar. Begitu juga proses penyusunan pesan-pesan bisnis; perencanaan, pengorganisasian, dan revisi.
2. Perencanaan
Beberapa hal perlu diperhatikan dalam perencanaan diantaranya maksud komunikasi, sasaran audiens, ide pokok, saluran yang digunakan.
3. Pengorganisasian
Organisasi dan komposisi erat kaitannya dengan penyusunan kata kalimat, dan paragraf perlu diperhatikan penggunaan kata, kalimat, dan paragraf yang sederhana, mudah dimengerti, dan dilaksanakan.
4. Revisi
Seluruh maksud dan isi pesan ditelaah kembali dari substansi pesan yang akan disampaikan,gayapenulisa, struktur kalimat, dan bagaimana tingkat pemahaman. Pengecekan dilakukan agar pesan tersampaikan sesuai perencanaan.
5. Penentuan Tujuan
Tahap pertama dalam merencanaka suatu pesan bisnis adalah memikirkan maksud atau tujuan komunikasi. Untuk dapat melakukan hal itu, pertama anda harus menentukan tujuan yang jelas sesuai tujuan organisasi.
6. Mengapa tujuan harus jelas
Penentuan tujuan yang jelas bagi suatu organisasi akan dapat membantu proses pengambilan keputusan yang mencakup antara lain :
  1. keputusan untuk meneruskan pesan
  2. keputusan untuk menanggapi audiens
  3. keputusan untuk memusatkan isi pesan
7. Tujuan komuikasi bisnis.
Secara umum ada tiga tujuan komunikasi bisnis yaitu : memberi informasi, persuasi, dan melakukan kolaborasi
8. Cara menguji tujuan
Untuk menguji apakah suatu tujuan yang telah ditetapkan tersebut sudah baik atau belum perlu pengujian dengan empat pertanyaan berikut.
  1. apakah tujuan tersebut realistik
  2. apakah waktunya tepat
  3. apakah orang yang mengirimkan pesan sudah tepat
  4. apakah tujuannya selaras dengan tujuan orgsnisasi perusahaan
9. Analisis Audiens
Bila suatu komunikasi telah memiliki maksud dan tujuan yang jelas, langkah berikutnya adalah memperhatikan audiens yang akan dihadapi.
1. Cara mengembangkan profil audiens.
Mengembangkan suatu profi audiens boleh dikatakan gampang – gampang susah. Penentuan profil audiens dalam hal ini tidak akan mengalami kesulitan karena audiens adalah orang – orang yang sudah dikenal, akantetapi akan menjadi sulit bila belum.dalam kasus ini komunikator perku melakkukan investigasi untuk mengantisipasi reaksi mereka.
  1. menentukan ukuran serta komposisi audiens
  2. siapa audiens
  3. reaksi audiens
  4. tingkat pemahaman audiens
  5. hubungan komunikator dengan audiens
2. Cara memuaskan audiens akan kebutuhan informasi
Kunci komunikasi yang efektif adalah dengan menentukan kebutuhan informasi audiens dan selanjutnya berusaha memenuhi kebutuhan tersebut dengan lima tahap di bawah ini ;
  1. cari apa yang diingikan oleh audiens
  2. antisipasi pertanyaan yang tidak diungkapkan
  3. berikan semua informasi yang diperlukan
  4. pastikan bahwa informasinya akurat
  5. tekankan ide – ide yang menarik bagi audiens
3. Cara memuaskan kebutuhan motivasional audiens
Ada kecenderungan bahwa audiens tidak mau mengubah sesuatu yang ada dengan hal yang lebih baru. Cara mengatasinya adalah dngfan mengatur pesan – pesan sedemikian rupa sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima audiens dengan mudah. Pendekatan yang dapa deliakukan adalah dengan memberikan argumentasi yang bersifat rasional. Meskipun pendekatan argumentasi merupakan cara yang baik, perlu juga untuk mencoba menggunakan pendekatan emosi.
10. Penentuan Ide Pokok
Setelah menganalisis tujuan dan audiens delanjutnya adalah menentuka cara mencapai tujuan tersebut. Setiap pesan bisnis akan bermuara pada satu tema pokok yaitu ide pokok.
Sebelum menentukan ide pokok hal – hal penting yang harus diidentifikasikan terlebih dahulu :
1. Teknik Curah Pendapat
beberapa teknik curah pendapat yang dapat digunakan antara lain :
  1. storyteller’s tour
  2. random list
  3. cfr (conclusions findings recomendation) worksheet
  4. journalist approach
5.                   quetion and answer approach
2. Pembatasan Cakupan
Penyajian informasi rutin terhadap audiens hendaknya menggunakan kata – kata yang singkat. Ide pokok dari pesan – pesan disesuaikan dengan waktu yang tersedia sehingga poin yang penting tidak terabaikan selain itu ide pokok yang disampaikan harus mudayh dimengerti dan diterima oleh audiens.
11. Seleksi saluran dan media
Ide pokok dari pesan – pesan bisnis dapat disampaikan melalui dua saluran yaitu saluran lisan atau oral atau tertulis.
1. Komunikasi Lisan
Salah satu kebaikan dari komunikasi lisan adalah kemampuan memberikan feedback dengan segera. Kelebihan lain adalah sifatnya yang ekonomis. Pendekatan lisan juga bermanfaat apabila yang disajikan adalah informasi kontroversial karena reaksi audiens dapat terbaca dari bahasa isyarat mereka.
2. Komunikasi Tertulis
Salah satu kelebihan komunikasi tertulis adalah peneulis mempunyai keempatan untuk merencanakan dan mengendalikan pesan – pesan mereka. Suatu format tulisan diperlukan jika informasi disampaikan kompleks dan dibutuhkan catatan permanan untuk referensi.
Kesimpulan
Dapat diambil kesimpulan bahwa dalam penyusunan pesan-pesan bisnis terdiri atas tiga hal yaitu perencanaan, komposisi, dan revisi. Langkah lain dalam penyusunan pesan-pesan bisnis adalah dengan menentukan ide pokoknya. Ide pokok merupakan rangkuman pesan-pesan yang disampaikan. Selain itu dalam merencanakan pesan-pesan bisnis perlu juga dilakukan pemilihan saluran komunikasi yang akan digunakan.
PROSES PENYUSUNAN PESAN BISNIS


  1. Perencanaan Pesan
    1. Penentuan tujuan
    2. Analisis  audiens
    3. Penentuan ide pokok
    4. Pemilihan saluran dan media
  2. Penyusunan Pesan
    1. Mengorganisasikan pesan
    2. Memformulasikan pesan
  1. Revisi Pesan
    1. Menyunting pesan
    2. Menulis ulang
    3. Memproduksi pesan
    4. Mencetak pesan

Perencanaan pesan bisnis adalah proses komposisi penyusunan pesan bisnis. Proses itu sendiri terdiri dari perencanaan tujuan audiens, ide, saluran ; pengorganisasian ide; membuat draf, merangkai kata / kalimat/ paragraph; dan merevisi.Sebuah pesan bisnis yang baik dipandang dari sisi komunikasi biasanya tidak langsung jadi, namun ia memerlukan beberapa langkah untuk mewujudkannya. Perencanaa pesan bisnis di awali dengan :







Revisi Pesan-pesan Bisnis


A. Keterampilan Merevisi
Revisi merupakan langkah terakhir dalam mengembangkan pesan –pesan bisnis secara efektif. Setiap pesan bisnis perlu di edit baik menyangkut masalah isi dan pengorganisasiannya , gaya penyampaiannya, maupun format penulisannya.

•Pesan – Pesan bisnis mencakup:
•1. Pesan – Pesan Bisnis Tertulis
Proses penulisan pesan – pesan bisnis dalam bentuk tertulis di mulai dari;
a.Mengedit isi, Pengorganisasian, dan Gaya Penulisan.
Untuk membantu memberikan gambaran yang lebih rinci tentang hal – hal apa saja yang perlu di perbaiki atau di sempurnakan, berikut ini terdapat beberapa pertanyaan penting yang perlu di perhatikan, antara lain:

•Apakah anda telah memasukan poin – poin dengan urutan yang logis?
•Apakah terdapat keseimbangan yang baik antara hal – hal yang bersifat umum dengan hal – hal yang khusus?
•Apakah ide yang paling penting telah memperoleh porsi pembahasan yang cukup?
•Apakah anda telah memberikan fakta – fakta pendukung dan melakukan pemeriksaan ulang ( cross check ) terhadap fakta – fakta yang ada?
•Apakah anda ingin menambahkan informasi yang baru?

b. Mengedit Mekanik / Teknis Penulisan
Setelah melakukan pengeditan isi, pengorganisasian , dan gaya penulisannya, langkah berikutnya adalah melakukan pengeditan dari sudut mekanik atau teknis penulisan suatu pesan – pesan bisnis yang mencakup antara lain:
•Susunan kalimat yang di gunakan, apakah sudah sesuai dengan kaidah kebahasaan yang ada , sehingga mudah di pahami dengan baik.
•Penggunaan kapitalisasi secara tepat ( perhatikan kata – kata yang harus di tulis dengan huruf kapital)
•Penulisan tanda baca secara benar ( perhatikan penggunaan tanda baca koma, titik, titik koma, tanda tanya , dan tanda seru).
•Perhatikan makna keutuhan suatu kalimat, sehingga makna suatu kalimat dapat di pahami dengan mudah.
•Perhatikan terjadinya pengulangan kata yang tidak tepat dalam suatu kalimat. Hal ini dapat menghilangkan makna suatu pesan – pesan bisnis yang telah disampaikan.

c. Mengedit Format dan Layout
Langkah terakhir dalam mengedit suatu pesan bisnis adalah mengedit format dan layout secara keseluruhan. Disamping melakukan penelaahan terhadap tata bahasa, ejaan, kesalahan – kesalahan tulis, dan tanda baca, format penulisannya juga tidak boleh di abaikan begitu saja. Jika format penulisannya menarik, di tata rapi, bersih, tidak penuh coretan, dan kertas yang di gunakan berkualitas baik, audiens Anda akan senang membacanya.
•2. Pesan – Pesan Bisnis Lisan
Sebagaimana pesan – pesan bisnis yang di sampaikan secara tertulis, pesan – pesan bisnis yang disampaikan dalam bentuk lisan pun memerlukan pengecekan ulang, perbaikan atau pengeditan (editing) seperlunya, sehingga suatu pesan bisnis dapat di pahami audiens dengan baik.
Oleh karena itu, meskipun penyampaian pesan – pesan bisnis yang di lakukan secara lisan, tetap perlu di lakukan kegiatan pengeditan yang mencakup antara lain:
•a. Substansi pesan
Langkah pertama dan utama dalam melakukan pengeditan (editing) pesan – pesan bisnis adalah mengedit substansi pesan yang akan di sampaikan pada audiens.
•Apakah substansi (inti) pesan yang ingin di sampaikan telah tercantum di dalamnya?
•Apakah data pendukung (tabel, grafik, bagan, gambar, audio, audiovisual) juga sudah tercantum di dalamnya?
•b. Pengorganisasian Pesan
Pengorganisasian pesan – pesan bisnis yang akan di sampaikan secara lisan mencakup tiga poin penting yaitu;
•Pembuka (misalnya, salam pembuka, perkenalan diri)
•Penyampaian substansi pesan ( misalnya, pengantar pesan di lanjutkan dengan substansi pesan).
•Penutup ( misalnya: kesimpulan, saran, rekomendasi, implikasi).
•c. Gaya Bahasa
Pada umumnya, penulisan pesan – pesan bisnis yang akan disampaikan secara lisan cenderung hanya bersifat outline atau garis besarnya saja, sedangkan penyajian secara lebih rinci (lengkap) dapat disampaikan pada saat melakukan presentasi.
Gaya bahasa yang di gunakan dalam penyajian pesan – pesan bisnis secara lisan lebih menarik dan dinamis daripada yang berbentuk tertulis karena cara penyampaiannya yang lebih santai, luwes, dan tidak menonton. Disamping itu, melalui penyajian secara lisan penerimaan pesan akan lebih mudah memahami maksud dan tujuan suatu pesan yang ditunjukkan dengan penyampaian pesan – pesan secara langsung, pesan – pesan non verbal yang di dukung dengan tampilan kata, huruf, gambar, bagan, dan tabel, dalam format animasi yang dinamis.
B. PEMILIHAN KATA YANG TEPAT
Pemilihan kata adalah penggunaan kata – kata tertentu untuk mencurahkan ide atau pikiran ke dalam sebuah kalimat. Agar pesan yang terkandung dalam kalimat yang di sampaikan kepada orang lain dengan mudah dapat di mengerti, anda harus dapat memilih kata – kata dengan sebaik – baiknya. Agar maksud komunikasi dapat tercapai, perlu beberapa hal berikut:

1. Pilihlah kata yang sudah familier/ dikenal
Dalam menyampaikan sesuatu harus menggunakan bahasa yang mudah, agar mudah di mengerti oleh audiens.
2. Pilihlah kata-kata yang singkat
Agar pesan-pesan bisnis lebih efisien, juga mudah dipahami audiens, tetapi harus tetap memperhatikan kaidah yang benar & baik.
3. Hindari kata-kata yang bermakna ganda
Agar tidak terjadi salah tafsir. Akibatnya tidak tercapainya tujuan dari pesan_pesan tersebut

C. MEMBUAT KALIMAT YANG EFEKTIF
Kalimat efektif merupakan bentuk kalimat yang dengan sadar dan sengaja disusun untuk mencapai daya informasi yang tepat & baik.
1. Secara umum, ada tiga jenis kalimat yaitu:
A. Kalimat Sederhana
Suatu kalimat sederhana hanya memiliki sebuah subjek dan sebuah predikat.
B. Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk berisi dua atau lebih klausa independen dan tidak mempunyai klausa dependen.
C. Kalimat Kompleks
Kalimat kompleks berisi sebuah klausa independen dan satu atau lebih klausa dependen sebagai anak kalimat.

2. Cara Mengembangkan Paragraf
Ada 2 pendekatan untuk mengembangkan suatu paragraf, pendekatan induktif dan pendekatan deduktif. Pendekatan induktif dimulai dengan berbagai alasan terlebih dahulu baru dibuat kesimpulan, sedangkan deduktif dimulai dari kesimpulan, baru di diikuti dengan alasan-alasannya.  Cara-cara mengembangkan paragraf:
a. Ilustrasi
b. Perbandingan (Persamaan dan Perbedaan)
c. Pembahasan Sebab-Akibat
d. Klasifikasi
e. Pembahasan Pemecahan Masalah

a.Ilustrasi
Untuk mengembangkan suatu paragraf dapat digunakan suatu ilustrasi yang dapat memberikan gambaran terhadap ide atau gagasan umum.
b. Perbandingan (Persamaan & Perbedaan)
Anda dapat mengembangkan paragraf dengan cara membandingkan persamaan maupun perbedaan terhadap suatu pemikiran dengan pemikiran yang lain.
c. Pembahasan Sebab-Akibat
Agar dapat memberikan arah yang jelas terhadap suatu pokok bahasan tertentu.
d. Klasifikasi
Untuk mempermudah pemahaman paragraf bagi pengirim pesan dan penerima pesan. Selain itu agar suatu topik bahasan menjadi lebih terarah atau terfokus.
e. Pembahasan Pemecahan Masalah
Untuk memberikan latihan analitis yang sangat diperlukan bagi seseorang dalam pengambilan keputusan-keputusan penting bagi suatu organisasi
Paragraf hendaknya jangan terlalu singkat namun juga jangan terlalu panjang. Yang penting, suatu paragraf harus merupakan kesatuan ide atau gagasan yang utuh, menggunakan kata-kata transisi, kata ganti, atau kata kunci sebagai penghubung antara kalimat yang satu dengan yang lainnya, dan jelas



Pesan-pesan bisnis yang efektif memiliki beberepa karakteristik, termasuk hal-hal berikut ini (Phillips; 1983):
1)    Courtessy.
Penggunaan pesan yang sopan-santun adalah untuk meningkatkan hubungan antara anda dan pembaca dan untuk untuk meningkatkan kebanggaan pembaca. Sopan-santun adalah bahan mentah yang baik untuk mengembangkan hubungan yang baik antara anda  atau organisasi anda dengan klien atau pelanggan. Sopan-santun termasuk menunjukkan pertimbangan kepada perasaan, posisi dan minat  pembaca. Sopan-santun dengan kata lain adalah bersikap empati.
2)    Correctness.
Surat ataupun dokumen yang anda tulis bebas dari kesalahan baik, gramatika, ejaan, kata keterangan, kata-kata, dan lain-lain. Pesan tertulis anda haruslah menarik dan bersih sehingga membuat suasana hati yang baik untuk membacanya.
3)    Conciseness.
Ringkas dan padat adalah hal yang penting dalam pesan bisnis tertulis. Penghematan kata-kata dan kalimat yang tidak perlu. Pesan haruslah singkat padat dan jelas.
4)    Clarity.
Anda bisa ceritakan pembaca apa yang akan anda informasikan dengan bahasa yang sejelas mungkin sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami pesan-pesan anda. Jika pesan anda kurang jelas akan membuat frustasi dan membingungkan pembaca.
5)    Concreteness.
Anda menyajikan infoirmasi secara spesifik, dan pasti.  Penulisan yang kongkret tidak berisi kata-kata yang akan membuat salah paham pembaca.
6)    Completeness.
Anda menulis informasi yang ingin diketahui pembaca. Setiap pertanyaan atau keinginan tahuan pembaca harus dijawab dalam pesan-pesan anda dengan lengkap.
Menurut Bovee, et al. (2003), untuk bisa efektif sekurang-kurangnya pesan bisnis harus memiliki karakteristik sebagai berikut:
1) Purposeful.
Setiap pesan haruslah memiliki maksud/tujuan (purpose) yang spesifik, apakah hanya untuk memberi informasi, memecahkan masalah atau permintaan untuk melakukan sesuatu dalam rangka mencapai tujuan.
2) Audience-centered.
Pesan-pesan bisnis haruslah membantu audience dalam memahami tujuan pesan. Oleh karena itu pesan haruslah berorientasi kepada audience (audience-centered), memahami kebutuhannya, pandangannya dan latarbelakangnya.
3) Concise.
Pesan bisnis harus menghormati waktu setiap orang dengan memberikan informasi secara jelas dan efisien.

( TUGAS ) revisi pesan bisnis
Setelah tahapan perencanaan, pengorganisasian dan pembuatan pesan-pesan bisnis dilakukan langkah selanjutnya adalah melakukan perbaikan (revisi) terhadap pesan-pesan bisnis..Revisi ( Perbaikan ) pesan merupakan tahap terakhir dalam proses penyusunan pesan bisnis. Pada tahap ini, dilakukan kegiatan menyunting (editng), menulis ulang pesan dan mencetak pesan. Tahap revisi itu perlu dilakukan untuk memastikan bahwa pesan yang direncanakan dan disusun sudah bebas dari kesalahan.

Revisi sangat diperlukan agar pesan bisnis yang telah direncanakan dan dibuat dapat sesuai dengan yang dikehendaki. Revisi ini berlaku terhadap seluruh komunikasi ‘menulis’, maupun untuk komunikasi ‘berbicara’ terutama yang memerlukan persiapan tertulis seperti presentasi.

A. Menyunting Pesan (Editing)

Setelah naskah pertama selesai, kebanyakan orang menganggap pekerjaan menyusun pesan telah selesai dan mulai beralih ke pekerjaan lainnya. Hal yang sesungguhnya tidaklah demikian. Menyusun pesan bisnis memerlukan proses yang dilakukan dengan hati-hati. Draft pesan yang telah selesai harus ditelaah ulang ( review) da diperbaiki lagi, baik dari sudut isi amupun gaya bahasa yang digunakan, organisasi, serta format penulisannya.

1. Revisi Isi, Organisasi, Gaya Penulisan, dan Format.

Idealnya,naskah pertama dibiarkan selama beberapa saat sebelum memulai proses penyuntingan. Evaluasi dimulai dengan membaca secara cepat dan memusatkan perhatian pada isi, organisasi, dan format pesan. Draft pesan dibandingkan dengan rencana semula. Pertanyaan-pertanyaan berikut bias dijadikan pedoman dalam melakukan evaluasi terhadap isi, organisasi dan format pesan:

Apakah kita telah memasukkan butir-butir pesan dengan urutan yang logis?
Apakah ada keseimbangan yang baik antara yang umum dan yang khusus?
Apakah pokok pikiran yang paling penting telah memperoleh porsi yang cukup?
Apakah kita telah memberikan fakta-fakta pendukung dan melakukan pemeriksaan ulang terhadap fakta-fakta yang ada?

Bagian awal dan akhir memiliki dampak yang paling besar bagi penerima. Pastkan bahwa bagian awal relevan, menarik dan sesuai dangan kemungkinan reaksi penerima. Bagian akhir dikain ulang untuk memastikan bahwa gagasan pokok telah dirngkas dengan baik dan memberikan kesan positifpada penerima.


2. Pemilihan Kata yang Tepat

Dalam menyampaikan pesan bisnis, peranan kata menjadi sangat penting artinya. Penggunaan kata yang sama sekali tidak diketahui atau sangat asing bagi audiens, bukan saja pemborosan atau membuang waktu, tetapi yang lebih penting dari itu adalah penyampaian maksud komunikasi menjadi terganggu. Ada beberapa yang perlu dicermati sehubungan dengan pemilihan kata dalam sebuah pesan bisnis.
Pilihlah kata yang sudah dikenal oleh audiens.
Pilihlah kata-kata yang singkat (efisien).
Hindari kata-kata yang bermakna ganda.

3. Penggunaan Kalimat yang Efektif

Kalimat yang efektif adalah kalimat yang memenuhi dua syarat berikut:

Mampu mewakili pikiran atau perasaan pembicara atau penulissecara tepat.
Mampu menimbulkan pengertian yang sama tepat dalam pikiran atau perasaan pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan atau dirasakan oleh pembicara atau penulis.
Jika kedua syarat ini dipenuhi maka kemungkinan terjadinya salah paham antara mereka yang terlibat dalam komunikasi dapat diminimalkan atau bahkan dihilangkan. Untuk menciptakan sebuah kalimat yang efektif ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu: kesatuan gagasan, kepaduan yang baik, penekanan, variasi, paralelisme, dan penalaran.

Contoh:
Semua karyawan perusahaan tersebut mendapat penjelasan tentang sistem penggajian yang baru (Kesatuan Tunggal)
 Ia bekerja di unit keuangan pada perusahaan itu, tetapi ia merasa kurang cocok di bagian keuangan (Kesatuan yang mengandung pertentangan)


Kepaduan yang baik adalah hubungan timbal-balik yang baik dan jelas antara unsur-unsur (kata atau kelompok kata) yang membentuk kalimat itu. Ada bagian kalimat yang memiliki hubungan yang lebih erat sehingga tidak boleh dipisahkan, ada yang lebih renggang kedudukannya sehingga boleh ditempatkan di mana saja, asal jangan disisipkan antara kata-kata atau kelompok kata yang rapat hubungannya.
Contoh:
 Adik saya yang paling kecil memukul anjing di kebun kemarin pagi, dengan sekuat tenaganya (Kepaduan yang baik)

B. Menulis Ulang Pesan
Ernest Hemingway pernah menyatakan bahwa “tidak ada yang disebut menulis yang ada hanya menulis ulang” Pada kenyataannya, pelaku bisnis banyak melakukan kesalahan berikut:
1. Hanya memindahkan kata-kata dan tidak benar-beanr memperbaikinya
2. Tidak melakukan penulisan ulang karena dianggap membuang waktu
3. Mengirim dokumen pada saat-saat terakhir dibutuhkan.
Setelah penulisan ulang dilakukan dengan baik dokumen bisnis kemungkinan akan menjadi berjumlah separuh dari rencana semula. Dokumen menjadi lebih ringkas, mantap dan kuat.


C. Memproduksi Pesan

Setelah puas memproduksi pesan, organisasi, gaya , kemudahan dibaca, pilihan kata, pengembangan paragraf dan menulis ulang pesan, proses pembuatan pesan belum selesai. Draft ditulis ulang dengan baik atau diketik secara manual atau elektronis.
Pada masa sekarang ini, sebagian besar dokukmen bisnis dipsroduksi menggunakan computer. Berbagai aplikasi bias dipergunakanuntuk membuat desain agar pesan lebih menarik. Misalnya Ms. Word, desktop publishing, photoshop, dan lain-lain.



komunikasi bisnis PENGORGANISASIAN PESAN BISNIS


Pengorganisasian pesan bisnis meliputi pengorganisasian pesan dan memformulasikan pesan
A.    Mengorganisasikan Pesan Bisnis
Komunikasi yang tidak diorganisasikan dengan baik bermasalah dalam isi, pengelompokan, dan urutan butir-butir pesan. Pesan yang tidak diorganisasikan dengan baik akan sulit dipahami dan dapat berakibat adanya rasa frustasi pada penerima.
Hal-hal berikut yang menyebabkan tidak baiknya pesan bisnis
a.      Bagian awal terlalu panjang
Bagian awal yang terlalu panjang akan menyulitkan penerima dalam memahami ide pokoknya. Terlebih lagi apabila ide pokok disajikan terlalu ringkas
b.     Memasukkan hal-hal yang tidak relevan dan tidak logis
Hal yang tidak relevan dan tidak logis hanya akan memperpanjang pesan bisnis, membuang waktu, dan mengabaikan pesan pokok.
c.      Informasi penting terlupakan
Sering kali informasi penting terlupakan karena perhatian terpusat pada penyajian ide pendukung atau pelengkap.
d.     Pengelompokan dan urutan pesan tidak menunjukkan satu kesatuan yang logis
Inti pesan bisnis yang tidak dikelompokkan dengan baik akan membingungkan penerima. Butir pesan seolah terlepas dan sulit dikaitkkan satu sama lain.
Hal-hal berikut yang menyebabkan baiknya suatu pesan bisnis:
a.      Urutan Waktu
Urutan waktu penting untuk menggambarkan perkembangan suatu proyek dan dalam memberikan instruksi untuk mencapai inti dari tujuan pesan.
b.     Urutan Ruang (spatial)
Menekankan pada bentuk atau deskripsi fisik untuk membantu audiens dalam menjalankan instruksi dengan mudah dari komunikator.
c.      Urutan Logis
Urutan mempresentasikan ide atau analisis dari suatu masalah, komunikator harus memutuskan bagaimana menghubungkan pikiran audiens. Biasanya dilakukan dengan mengkaji ulang materi dan aspek-aspek yang berhubungan dengan urutan logis seperti dalam komunikasi tertulis dan komunikasi lisan yang dimulai dari pembukaan, isi, penutup atau kesimpulan.
           
            Pesan yang diorganisasikan dengan baik akan memberikan beberapa manfaat, yaitu
1.     Membantu audiens memahami pesan
Dengan mengemukakan poin penting secara jelas, menyusun ide secara logis dan runtut, dan memasukkan semua informasi yang relevan dalam pesan, audiens dengan mudah akan memahami tujuan pesan.
2.     Membantu audiens menerima pesan
Pengorganisasian pesan yang baik akan membantu audiens menerima isi pesan tersebut.
3.     Menghemat waktu audiens
Apabila suatu pesan tidak terorganisir dengan baik, penyampaiannya akan menghabiskan waktu audiens. Karena salah satu tujuan penggorganisasian pesan yang baik adalah penyampaian organisasi yang relevan saja yang dapat menghemat waktu. Selain itu audiens dapat dengan mudah mengikuti alur pesan yang disampaikan.
4.     Mempermudah pekerjaan komunikator
Faktor ini dapat mempermudah penyelesaian pekerjaan dengan baik, cepat, dan efisien. Dengan mengetahui apa yang ingin disampaikan , dan mengetahui cara menyampaikannya rasa percaya diri komunikator akan meningkat. Semakin tinggi rasa percaya diri komunikator semakin cepat dan efisien dalam menyelesaikan perkerjaan.

Langkah-langkah pengorganisasian pesan dengan baik
1.     Menetapkan ide atau gagasan pokok
Ide pokok merupakan inti atau tema sentral pesan. Semua pesan bisnis memiliki tujuan umum dan spesifik.
2.     Mengelompokkan ide atau gagasan
Dalam menyiapkan pesan yang sangat kompleks, pembuatan diagram skematis atau kerangka akan membantu membayangkan hubungan antara bagian-bagian pesan.
3.     Memutuskan pola atau pendekatan urutan gagasan
Setelah menetapkan ide pokok dan mengelompokkannya, perlu diputuskan pola atau pendekatan yang digunakan dalam menentukan urutan penyajian gagasan. Pola pendekatan yang digunakan, yaitu:
a.       Pendekatan deduktif/langsung (direct approach)
Merupakan pola urutan penyajian ide dimana ide pokok ditempatkan dibagian awal, kemudian diikuti ide pendukung. Pendekatan ini digunakan apabila penerima pesan akan bereaksi netral atau senang saat menerima pesan tersebut.
b.       Pendekatan induktif/tak langsung (indirect approach)
Pendekatan ini digunakan untuk pesan yang dapat menimbulkan reaksi negatif atau untuk berita yang tidak mengenakkan. Pendekatan ini disajikan di bagian awal kemudian diikuti ide pokok.

Empat Bentuk organisasi pesan bisnis:
1.     Direct Request
Jenis atau tipe bisnis yang paling umum digunakan adalah penyampaian yang langsung pada poin yang dituju (Direct Request) yang dapat berbentuk surat maupun memo.
2.     Pesan-pesan rutin, Good News, atau Good Will
Untuk menyampaikan pesan-pesan yang berisi berita baik( good news) atau berisi good will lebih cocok digunakan pendekatan langsung karena reaksi audiens yang positif.
3.     Pesan-pesan bad news
Jika materi yang dihubungkan berisi berita buruk audiens pada umumnya akan kecewa atau tidak senang mendengarnya. Oleh karena itu pendekatan yang dapat diterapkan adalah pendekatan tak langsung. Jika harus menyampaikan berita yang kurang menyenangkan cobalah untuk menempatkannya pada bagian pertengahan surat dan gunakanlah bahasa yang halus.
4.     Pesan-pesan persuasif
Bila audiens benar-benar sangat tidak tertarik terhaapa pesan-pesan yang disampaikan, maka pesan –pesan persuasif dengan pendekatan tak langsung dapat digunakan. Komunikator perlu membuka pikiran audiens dengan melakukan persuasi, sehingga mereka dapat memahami fakta yang ada.

B.    Memformulasikan Pesan Bisnis
1.     Mengendalikan Gaya dan Nada
Gaya adalah cara menggunakan kata-kata untuk mencapai nada atau kesan keseluruhan. Gaya dapat diubah-ubah sesuai dengan kondisi suatu peristiwa, struktur kalimatnya juga disesuaikan dengan sifat pesan dan hubungan dengan penerima. Setiap organisasi pada umumnya memiliki gaya tersendiri dan menggunakan kosakata tertentu yang cenderung sama. Gaya yang jelas, ringkas dan benar serta dipadukan dengan norma-norma kelompok organisasi akan mencerminkan suatu organisasi.
      Komunikasi dikatakan efektif jika memiliki karakteristik sebagai berikut (Quible, et. All, 1996: 27):
1.     Courtesy (sopan santun)
Nada sopan dan santun akan membuat penerima merasa dihargai dan dihormati.
2.     Correctness (tepat/benar)
Tidak terdapatnya kesalahan penulisan baik format, tanda baca, penggunaan kata, ejaan dan tata bahasa. Selain itu penggunaan kata dan istilah yang tidak familiar akan membingungkan para audiens.
3.     Conciseness (ringkas)
Tidak menggunakan kata yang mubazir dan tidak mengulang kata-kata yang tidak diperlukan. Penggunaan kalimat aktif lebih diutamakan karena lebih mantap, ringkas dan secara umum lebih mudah dipahami. Sedangkan penggunaan kalimat pasif lebih baik hanya dipergunakan untuk memperlunak berita buruk.
4.     Clarity and Clearness (jelas)
Mudahnya bacaan dimengerti hanya dalam sekali baca dan tidak menimbulkan keraguan.
5.     Concreteness (tepat)
Tidak menimbulkan kesalah interpretasi karena disajikan secara spesifik dan tidak biasa
6.     Completeness (lengkap)
Memberikan informasi lengkap sesuai kebutuhan dean keinginan penerima.

2.     Mengembangkan paragraf yang logis
Paragraf adalah satu kesatuan unit pemikiran. Setiap paragraf merupakan bagian penting dari keseluruhan pesan. Pada umumnya paragraf yang pendek dapat lebih mudah dibaca dan dipahami dibandingkan paragraf panjang. Paragraf umumnya memiliki tiga unsur, yaitu kalimat topik, kalimat pendukung topik dan kalimat peralihan. Kalimat topik mengungkapkan subjek dari paragraf dan bagaimana subjek akan dikembangkan. Selanjutnya paragraf dikembangkan melalui deretan kalimat berkaitan yang menyediakan dukungan untuk kalimat topik. Sedangkan unsur peralihan diatur dalam urutan yang logis dan terpadu.
Lima teknik yang paling umum digunakan untuk mengembangkan paragraf, yaitu:
1.     Ilustrasi : mengembangkan paragraf menggunakan ilustrasiatau contoh-contoh yang dapat memperjelas ide pokok.
2.     Perbandingan atau kontras : mengembangkan paragraf dengan menguraikan persamaan dan perbedaan.
3.     Sebab akibat : mengembangkan paragraf dengan teknik sebab-akibat dan memusatkan uraian pada alasan-alasan mengenai sesuatu.
4.     Klasifikasi : mengembangkan paragraf dengan memecah ide umum menjadi beberapa kategori spesifik.
5.     Masalah dan penyelesaian : mengembangkan paragraf dengan menyajikan suatu masalah dan kemudian membahas penyelesaiannya.



Minggu, 27 Oktober 2013

seni budaya - perspektif



PERSPEKTIF DALAM DUNIA SENI RUPA.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfcaXhIiOQYdzbS4E3LLcIN3mRby06PWc044bXzm_jVPIjIL_QRvMyaKOTVthKXjgvX9Jy4U6hmwbtkiktSip_EFGj9L91Clk407x0zKvotxM1-wGofzvzb5Fruus07UPauqe7Ifcr9ZBN/s400/gambar-linier.jpg

PERSPEKTIF
Pengertian perspektif.
Perspektif, dalam dunia seni rupa kita tentunya pernah mendengar kata tersebut. Tetapi apakah kita sudah memahami apa itu perspektif, berikut akan coba uraikan apa itu sebenarnya perspektif. Secara etimologi perspektif berasal dari bahasa Italia Prospettiva yang berarti gambar pandangan. Maka dari itu perspektif berarti cara melihat suatu benda atau alam dengan teknik tertentu, yang kemudian diaplikasikan ke bidang gambar (kertas, kanvas). Dengan pemakaian konstrusksi perspektif memungkinkan kita untuk menggambarkan sebuah benda atau ruang secara nyata di atas sebuah bidang datar (bidang gambar), atau untuk memperjelas sebuah rencana yang telah digambarkan secara proyeksi geometri (tampak atas, depan dan samping). Dengan adanya teknik perspektif penggambaran suatu objek akan terlihat lebih bervolume, tidak datar (flat), dan terciptanya keruangan.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXn_4tKon8KHG7VxV5P8GDFWqv-IcVXLbb5XspPPSJnuX-hecINT8dB1w3EzH2ykYH5t4Z1GXDgj7s2kO1eg_T8fO_iPJxTVrF7cBH6jAxjlwwNJ7p892wfu6AlAGPUpCJQLx5iLIjCREX/s1600/uccellotwo.jpg
Paolo Uccello, pelopor teknik perspektif dalam seni lukis

Sejarah Perspektif.

Sejak para seniman mencoba untuk mengekspresikan bentuk tiga-dimensional ke dalam bidang dua-dimensional, dengan sadar ataupun tidak sadar mereka telah terlibat dengan semacam ‘perspektif’. Aliran realis pertama-tama diperkenalkan ke dalam gambar atau lukisan dengan penggunaan bayangan pada zaman Pericles. Pemendekan garis perspektif dan pemancaran sinar, sebagian telah diketahui sekitar abad 4 SM dan fragmen-fragmen karya ini tidak turut musnah dengan kehancuran Pompeii (tahun 79 M).

Perkembangan perspektif sebagai ilmu pengetahuan dimulai pada zaman Renaissance. Paolo Uccello (1397-1475) telah menghabiskan begitu banyak waktu untuk mempelajarinya. Pekerjaannya kemudiaan diikuti oleh yang lain. Dipelopori oleh Fillipo Brunelleschi (1379-1446) seorang ahli bangunan, dilanjutkan lebih jauh oleh Leona Battista Alberti (1404-1472) seorang arsitek.


Paolo Uccello (1397 - 10 Desember 1475), lahir Paolo di Dono, tetapi Sumber-sumber lain yang menceritakan sejarah hidup Paolo Uccello antara antara lain : dalam biografi Giorgio Vasari, yang ditulis 75 tahun setelah kematian Paolo, dan beberapa dokumen resmi kontemporer. Uccello lahir di Pratovecchio pada tahun 1397. Nama Uccello,merupakan nama Julukan dari kecintaannya untuk lukisan burung. Ayahnya, Dono di Paolo, adalah seorang tukang cukur-ahli bedah dari Pratovecchio dekat Arezzo, ibunya, Antonia, adalah tinggi kelahiran Florentine.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0tGlJQbGJ42RVtJDhexuiXHbehJT-j4IcLSKOLR6JJ7itf56a6VxxN1LS-WcK-qNbFPQTit5iIcdA2raJD3m2gcujvuwtuqXjNNNpQIARvr6Whzwp-GHU0mOKPS3rniSAArDDAENwfBnx/s400/Miracle+of+the+Desecrated+Host+%2528Scene+1%2529+1465-69.jpg
Salah satu karya dari Paollo Uccelo, Miracle of the Desecrated host (scene 1)
Paolo Uccello adalah seorang pelukis Italia dan seorang ahli matematika yang terkenal karena karya rintisannya pada perspektif visual dalam seni. Giorgio Vasari dalam buku biografinnya menulis bahwa, Uccello adalh Seniman yang terobsesi oleh minatnya dalam perspektif dan akan tinggal sepanjang malam di ruang kerjanya mencoba untuk memahami titik hilang yang tepat. Dia menggunakan perspektif dalam rangka menciptakan rasa kedalaman dalam lukisannya dan bukan seperti sezamannya, untuk menceritakan cerita yang berbeda atau berhasil. Salah satu karya terbaik dan cukup dikenal adalah tiga lukisan yang mewakili pertempuran San Romano (untuk waktu yang lama ini adalah salah berjudul "Pertempuran dari Sant 'Egidio dari 1416").
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfhbUj7j8KAuGuVS1Kuw2blJ05dNNvLGd0vP0RPd1vDDj0nhPat9jMTw4nO7Yn9mOtjP3BrqniXFOY09gec-kwdMWfWPgM5wPn3E3efb-QakxDUb75mpyQjaUczRmgj5ktDD_ejSO8p-ZO/s400/leonardo-last-supper-small.jpg
Lukisan Leonardo da Vinci, The Last Supper yang bersejarah


Selanjutnya perspektif dikembangkan oleh pelukis-pelukis renaisans generasi selanjutnya seperti Filippo Brunelleschi (1379-1446), Leona Battista Alberti (1404-1472), Andrea Mategna(1431-1506), Leonardo Da Vinci (1452-1519), Michael Angelo (1475-1584) dan Raphael (1483-1520). Dalam perkembangannya perspektif mulai mendominasi karya-karya seni lukis para seniman renaisan. Seperti lukisan Leonardo Da vinci yang berjudul The Last Supper, dalam lukisan ini kesan keruangan yang ditimbulkan sangat terasa. Leonardo sangat lihai mengolah perspektif, sehingga dihasilkan kesan keruangan yang luas dan jauh. Pelukis renaisans selanjutnya yang kerap menggunakan perspektif adalah Andrea Mategna. Pelukis yang satu tergolong luar biasa dalam megolah perspektif, ini bisa dilihat dalam karya seni lukisnya seperti The Lementation Over The Dead Of Christ, dan Ceiling Oculus in the Camera degli Sposi. Pencapain perspektif dari pelukis ini memang dapat dikatakan sempurna, pada periode awal perspektif. Periode selanjutnya Piero degli Franceschi (1420-1492) seorang pelukis dan ahli matematika, menulis buku pelajaran pertama mengenai perspektif, mungkin dari sejak itu perspektif mulai diajarkan di bengkel-bengkel seni masa renaisans.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiBD7HXoBbGnKfyym_BZ_vBgvOG437HWQnnrM6qMWLu2MGQce_HmDVnYFKsWrQOILUS2X3BWhqJeDZq9C-Ps1p8Z45PMTdulWVE9z-0831W9tcOK4AFmb_vqZ-C-Gw7jHid4iyTbuDdKmV/s400/700px-Andrea_Mantegna_-_The_Dead_Christ.jpg
The Lementation Over The Dead Of Christ, karya Andrea Mantegna.

Prinsip, jenis, dan unsur-unsur perspektif.

Peraturan-peraturan perspektif yang berbeda-beda (bermacam-macam), pada dasarnya semua mengikuti keadaan alam. Dan hal ini dapat dijumpai di alam sekitar kita, mata manusia sudah terbiasa untuk melihat benda-benda sekeliling dalam bentuk perspektif.Seperti diketahui, mata manusia hanya mampu melihat keadaan sekeliling dengan sudut pandang tertentu yang relatif dan terbatas. Kemampuan manusia memandang ini tidak dapat dipaksakan untuk melihat (memandang) obyek sekeliling dengan sudut pandang yang lebih besar.Dalam penggambaran perspektif terkonstruksi, diumpamakan bahwa pengamatan obyek berasal dari satu titik pandang. Yaitu titik tempat pengamat berdiri memandang obyek.

Keterbatasan jarak pandang manusia ini akan menimbulkan, titik hilang pada pandangan yang horizontal. Sebagai contoh, ketika kita sedang di berada di pantai, ketika memandang laut lepas aka nada petemuan antara langit dengan laut. Disitu lah letak keterbatasan pandangan mata manusia, maka dari itu dibuatlah alat bantu berupa teleskop, teropong bintang atau binocular. Sehingga timbulah pemikiran manusia dalam menggambarkan alam atau benda, maka lahirlah teknik menggambar dengan perspektif.
 
A.     Unsur-Unsur Perspektif



1.       Bidang Horison    

    Yang dimaksud bidang horison dalam gambar perspektif adalah bidang khayalan, kedudukannya selalu setinggi mata pengamat dan sejajar dengan bidang dasar. Berupa garis mendatar, dengan ketinggian mata pengamat dan memisahkan gambar yang di atas dan di bawah mata. Tinggi cakrawala bervariasi menurut tinggi mata si pengamat. Sikap pengamat (duduk/berdiri) menentukan tinggi cakrawala.

2.      Garis batas    



          Garis batas adalah  penghabisan pandangan dari semua bidang horizontal. Ketika akita memandang suatau objek, terdapat batas pendangan, maka dari itu terjadi garis batas suatu benda.



3.        Titik Lenyap atau Titik Hilang



        Titik hilang adalah titik dalam gambar perspektif di mana garis-garis yang sesungguhnya dalam keadaan sejajar akan menghilang menuju titik ini. Objek-objek yang pada kenyataannya sama besar, bila posisinya menjauhi pengamat akan tergambarkan lebih kecil daripada objek yang lebih dekat dengan pengamat. Letak titik hilang segaris lurus dengan garis cakrawala (untuk perspektif satu titik hilang dan dua titik hilang)



4.      Titik Mata  atau Titik Pandang.



    Titik pandang merupakan tempat pengamat berada. Dari titik tersebut pengamat memandang objek dengan sudut pandang tertentu. Semakin jauh pengamat berada dari objek, semakin luas pula objek yang mampu dipandang pengamat. Biasanya objek pandangan dalam fokus yang tajam pada manusia adalah relatif kecil titik tempat menghilangnya benda-benda yang menjauh dari pandangan mata untuk benda yang tegak lurus dengan bidang (Vertikal).



B.      Hukum Perspektif.


               1.      Gambar benda yang jauh dari mata, makin kecil dan menghilang.
    1. Gambar benda yang besar makin jauh, kelihatan makin mengecil.
    2. Gambar benda yang tinggi, makin jauh kelihatan makin rendah.
    3. Semua garis yang sejajar dengan horizon tetap sejajar dengan horizon.
    4. Semua garis yang menuju horizon bertemu pada titik lenyap di horizon.
    5. Warna dari sebuah benda yang jauh akan semakin kabur.



C.      Jenis Perspektif.

    1. Perspektif Mata Katak    

Cara menggambar perspektif, dengan melihat suatu objek gambar dari bawah. Sehingga nantinya dihasilkan penggambaran yang berbeda, suatu bagian suatu objek akan kelihatan lebih besar bagian bawahnya. 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkArPoKlUbWtv7HMAXyptsR4QwdCIQ0NQatjw5dTBd003rgUvo2ZJlkqUuDLi8JzC_SYzh5xBZmIfHjhjXCIs3BcAfe3tmH548ZWixUbt3F6NqbOrTUqyEtza3kSLVaDH1nTQX_KXr-cYe/s400/saka8c.jpg


    1. Perspektif Mata Manusia (mata normal.

Adalh cara menggambar perspektif dengan menggambarkan suatu objek tepat depan mata. Penggambaran ini seperti kita melihat suatu pemandangan, sehingga nantinya dihasilkan penggambaran suatu benda yang jauh semakin kecil dan warna benda yang jauh akan semakin kabur. Begitu juga sebaliknya benda yang dekat akan semakin besar dan warnanya dari benda itu semakin kuat.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAp3CqlCMen2ayuW-8K-p5FqtkBhmj0NPSZfXlsTS9IwYLl-hpv2eT5s49n7MtFrzenMGny_SjMUC7yTc9NmfVmqxsRUfxto5WgQ7huW0mVXXMany5okJI2ETjpl0K5r8UKSAkCz7TSFpQ/s400/Perspektif+Ruang.jpg


    1. Perspektif Mata Burung   

Menggambar perspektif dengan cara mata burung, seolah-olah kita melihat suatu objek dari ketinggian. Sehingga nantinya objek gambar yang dihasilkan bagian atasnya terlihat lebih besar dan bagian bawah mengecil.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgG1yotkK9scKj3k8GDtuznj9dlw_h9c0ghyk8h77rkEWMhBxuXxus4mS0Pxlus8L2b5C7xyq8jJ_44Lw55OTqoMztjG_gmcDY-_BmbQL-uRXZUv43uVjX3ljcK5hC8_dx3fHeuwwVY8owg/s400/pandangan+mata+burung+penginapan+tiga+lantai.jpg


D.     Teknik menggambar perspektif
1. Satu titik lenyap         :    benda di lihat tepat di depan mata.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYuv7vEfwXWIeqfwaI_2nvJCd1BTkihPvElPn7kwGAPFBfvccJd1H9kxm0fzctImiS1VwKv0tN2zLLpatl-2XHdwwHXkImRlz49srbQCvl3UOmV58Cz38Gyc1x9qZidrjXPkOcr47C3Yd3/s320/Untitled-20.jpg 
2. Dua titik lenyap          :    benda di lihat dari samping/sudut


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjG1uumEs5sAtq1agjpc8kRayBGjvNDNyXl2LQ-knPNlnbDd83d2MLqSYsNSeHFLmazUhVqn5up8Nssve38MlZTuC43hAx5eOvbi4cGSfKbSgj0gmbyTRdQVEGrq1eX5j8IPDxl_PWuvd0q/s400/perspective-street.jpg
3. Tiga titik lenyap     : seperti dua titik lenyap tetapi di tambah satu titik lenyap di bawah horizon

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjApSv9O1CX_DxWonVI0jZIVddd-cXxLOY84b65MF1EOD25Ui1pC0ojWByFKu-CUBGIQdWtXvFIsiz58dXSH_OxmRcGfqEcF4oJp2O4a_j7OqC0QfX8CBGc2OBzTQXXEszmPQt4O2z_V7FA/s400/Perspektif3.jpg


E.      Gejala perspektif pada penglihatan manusia.

    1. Jalan, rel kereta api semakin jauh kelihatan semakin menyempit dan bertemu pada satu titik
    2. Tiang listrik semakin jauh kelihatan semakin pendek
    3. Mulut ember kelihatan berbentuk elips
    4. Air laut semakin jauh kelihatan seolah bertemu dengan langit
    5. Gunung dari kejauhan kelihatan berwarna hijau/biru dan rata, walau sebenarnya berwarna coklat dan tidak rata.

    6. Gambar Perspektif
      http://sia201108s.files.wordpress.com/2011/10/mata-tinggi.jpg?w=630Menurut Leonardo da Vinci, perspektif adalah sesuatu yang alami yang menampilkan yang datar menjadi relative dan yang relative menjadi datar. Perspektif adalah suatu system matematikal untuk memproyeksikan bidang tidak dimensi ke dalam bidang dua dimensional, seperti kertas atau kanvas. Kata “perspektif” berasal dari bahasa Italia, “prospettiva” yang berarti “gambar pandangan”.
      Konstruksi perspektif memungkinkan kita untuk menggambar sebuah benda atau ruang secara nyata di atas sebuah bidang datar (bidang gambar) atau untuk memperjelas sebuah rencana yang telah digambarkan secara proyeksi geometri (tampak atas, depan dan samping).
      Gambar perspektif juga bisa diartkan sebagai gambar yang teknisnya menggunakan titik hilang. Gambar perspektif merupakan wujud dari gambar tiga dimensi.
      2.    Prinsip Dasar Perspektif
      Peraturan-peraturan perspektif yang berbeda-beda pada dasarnya semua mengikuti keadaan alam. Hal ini karena mata manusia sudah terbiasa melihat benda-benda sekeliling dalam bentuk perspektif. Maka orang akan lebih cepat menangkap maksud sebuah gambar perspektif daripada proyeksi orthogonal.
      Mata manusia hanya mampu melihat keadaan sekeliling dengan sudut pandang tertentu yang relative terbatas. Kemampuan manusia memandag ini tidak dapat dipaksakan untuk melihat (memandang) objek sekeliling dengan sudut pandang yang lebih besar.
      Dalam menggambar perspektif, pengamatan obyek berasal dari satu titik pandang. Yaitu titik tempat pengamat berdiri memandang objek. Sudut dipersempit secara relative, dan dengan cara ini garis-garis lurus akan tetap lurus dan menghasilkan gambar perspektif yang tidak terdistorsi.
      3.    Cara Melihat Gambar Perspektif
      -          Gambar perspektif dapat dilihat dengan cara :
      -          Perspektif mata burung : dilihat secara keseluruhan dari atas
      -          Perspektif mata normal : dilihat secara keseluruhan dengan batas mata normal
      -          Perspektif mata cacing : dilihat secara keseluruhan dari bawah
      4.    Jenis-jenis Gambar Perspektif dilihat dari Titik Hilang
      Dilihat dari titik hilang yang digunakan gambar perspektif ada tiga, yaitu :
      • Perspektif  satu titik hilang
      http://sia201108s.files.wordpress.com/2011/10/satu-titik-hilang.jpg?w=630
      • Perspektif dua titik hilang
      http://sia201108s.files.wordpress.com/2011/10/titik-hilang-2.jpg?w=630
      • Perspektif tiga titik hilang
      http://sia201108s.files.wordpress.com/2011/10/ttitik-hilang-3.jpg?w=630
      Beberapa singkatan dari bahasa asing yang lazim digunakan dalam gambar perspektif, yaitu :
      -          CVA     :   Central Vertical Axis = Sumbu Vertikal Pusat
      -          EL        :   Eye Level = Ketinggian Mata
      -          GL        :   Ground Line = Garis Tanah
      -          HL        :   Horizon Line = Garis Horison
      -          MP       :   Measuring Point = Titik Ukur
      -          PP        :   Picture Plane = Bidang Gambar
      -          SP        :   Station Point = Titik Pangkal
      -          VML     :   Vertical Measuring Line = Garis Ukur Vertikal
      -          VMP     :   Vertical Measuring Point = Titik Ukur Vertikal
      -          VP        :   Vanishing Point = Titik Hilang
      -          VVL      :   Vertical Vanishing Line = Garis Hilang Vertikal
      -          VVP     :   Vertical Vanishing Point = Titik Hilang Vertikal
      5.    Menentukan Sudut Pandang Dan Titik Hilang.
      Kadang kita menemui gambar perspektif yang terlihat tidak seimbang atau beberapa furniturnya terpotong. Permasalahan ini dapat di atasi dengan cara:
      §  Garis Horison dapat diturunkan atau dinaikkan sehingga bagian objek dapat terjangkau oleh sudut pandang pengamat.
      §  Kedudukan pengamat dimundurkan lebih jauh dari bidang gambar sehingga seluruh bagian objek dapat terjangkau oleh sudut pandang pengamat.
      Untuk menentukan titik hilang dapat dengan cara menentukan terlebih dahulu bagian ruang yang akan ditampilkan secara maksimal. Pada perspektif satu titik, bila bagian ruang yang akan ditampilkan adalah bagian kanan, maka titik hilang cenderung berada di sebelah kiri menjauhi garis normal dan bagian kanan ruang pada gambar. Cara ini berlaku untuk bagian ruang lainnya (kiri, atas dan bawah). Sedangkan pada perspektif dua titik, bila bagian ruang yang akan ditampilkan adalah bagian kanan, maka titik hilang sebelah kiri akan menjauhi dan titik hilang kanan akan mendekati bagian kanan ruang pada gambar.
      6.    Teknik Menggambar Perspektif Linear dan Perspektif Aerial
      Para Teknik Menggambar perspektif
      http://sia201108s.files.wordpress.com/2011/10/gambar-linier.jpg?w=630Menggambar Perspektif adalah teknik yang digunakan untuk mewakili tiga dimensi gambar pada pesawat gambar dua dimensi. Dalam seri pelajaran kita pada perspektif gambar kita menjelaskan berbagai metode membangun sebuah gambar dengan perspektif dan menunjukkan bagaimana ini digunakan oleh seniman dan ilustrator.
      Ada tiga aspek perspektif:  Yang pertamaberkaitan dengan bagaimana ukuran objek tampaknya berkurang sesuai dengan jarak,yang kedua, cara di mana perubahan warna semakin jauh mereka dari mata;  ketigaobjek mendefinisikan bagaimana seharusnya selesai kurang hati-hati lebih jauh mereka adalah ” (Leonardo da Vinci)
      Perspektif dikembangkan pada abad ke-15 oleh arsitek, Leon Baptista Alberti (1404-1472) dan Filippo Brunelleschi (1377-1446). Untuk 500 tahun, gambar perspektif tetap salah satu prinsip dasar dari seni Barat sampai ditantang oleh ide-ide dari Cubists pada awal abad ke-20. Apakah Anda bekerja dengan bahan konvensional seperti pensil dan cat, atau media digital kontemporer , pengetahuan dan pemahaman gambar perspektif tetap merupakan alat penting untuk membantu Anda meningkatkan teknik gambar Anda.
      Ada dua elemen utama dalam gambar perspektif:
      §  Perspektif linier yang berkaitan dengan organisasi bentuk dalam ruang
      §  Perspektif udara yang berkaitan dengan efek atmosfer pada nada dan warna.
      Anda dapat melihat bagaimana kedua elemen ini bekerja di ilustrasi kami atas beberapa reruntuhan kuno:
      Gambar hitam dan putih menampilkan contoh dari Perspektif Linear. Hal ini menunjukkan beberapa garis konstruksi yang digunakan untuk mengatur blok dan kolom untuk membuat sebuah ilusi kedalaman dan jarak.
      Jika Anda mengarahkan mouse ke gambar hitam dan putih harus mengungkapkan versi berwarna dan bertekstur dari TKP. Ini menampilkan efek atmosfer Perspektif Aerial. Anda dapat melihat bagaimana nada melemah dan warna-warna pucat karena mereka mundur dari pandangan Anda.
      Kedua perspektif linear dan udara bergabung untuk menciptakan ilusi tiga dimensi meyakinkan pada bidang dua dimensi.
      Plane Gambar dan Plane Kantor
      http://sia201108s.files.wordpress.com/2011/10/plan-kantor.jpg?w=630
      Plane Gambar dan Plane Kantor
      Gambar Plane adalah permukaan datar dua dimensi di mana kita menarik atau proyek gambar dalam perspektif.
      Dalam ilustrasi di atas, itu adalah tugas sederhana untuk menggambar dua persegi panjang jika mereka sejajar dengan bidang gambar.
      Ground Plane di 90 derajat terhadap bidang gambar.
      Dalam ilustrasi kami, bidang tanah adalah permukaan abu-abu di mana bentuk tampaknya berdiri. Hal ini ditekankan oleh bayangan yang dilemparkan atasnya. Dimulai di bagian bawah pesawat gambar dan membentang kembali ke cakrawala.
      Kesulitan dalam menggambar persegi panjang kedua muncul ketika Anda perlu menggambarkan mereka pada sudut terhadap bidang gambar. Di sinilah aturan gambar perspektif datang ke dalam bermain.
      Mouse di atas gambar untuk melihat bagaimana perspektif perubahan ketika persegi panjang dilihat di sudut.
      Mereka sekarang dilihat pada sudut 90 derajat terhadap bidang gambar sebagai mereka surut sepanjang bidang tanah. Hal ini menciptakan ilusi kedalaman. Bentuk mereka tidak lagi identik dan telah berubah sesuai dengan aturan perspektif.
      Halaman-halaman berikut kami menguraikan beberapa prinsip penting dari gambar perspektif.
      7.    Horizon / Tingkat Mata di Menggambar Perspektif



      http://sia201108s.files.wordpress.com/2011/10/horizon.jpg?w=630Horizon adalah Tingkat Mata Tingkat cakrawala/mata adalah sumbu sekitar yang gambar perspektif dibangun.
      Ketika kita berada di luar ruangan kami menggunakan cakrawala sebagai titik acuan untuk menilai skala dan jarak objek dalam hubungan dengan kita.
      Dalam gambar perspektif, cakrawala akan terjadi pada pemirsa mata-tingkat.
      Dalam seni, kita cenderung menggunakan ‘tingkat mata’ istilah, daripada ‘cakrawala’ seperti dalam banyak gambar, cakrawala sering disembunyikan oleh dinding-dinding, bangunan, pohon, bukit dll
      Untuk membuat gambar perspektif di atas, kita telah menambahkan beberapa turis ke lokasi kami dari halaman 1 .
      Perhatikan bagaimana keempat berbagi angka tingkat mata sama -.. Yaitu cakrawala gambar ini menunjukkan bahwa mereka semua sama tinggi dan berdiri di pesawat yang sama Karena cakrawala terjadi menjadi tingkat mata kita, itu juga menunjukkan bahwa angka ketinggian yang sama seperti penampil gambar. Akibatnya, organisasi skala dan jarak dalam gambar visual yang baik masuk akal.
      Jika Anda mengarahkan mouse gambar ini harus mengungkapkan citra kedua kami. Meskipun angka-angka ini masih ukuran yang sama, tingkat mata mereka tidak lagi memiliki hubungan dengan tingkat mata gambar. Akibatnya, skala angka benar-benar bingung.
      Hal ini menunjukkan pentingnya tingkat cakrawala / mata untuk organisasi skala dan jarak dalam gambar perspektif. Hal ini juga menggambarkan arti dari kutipan terkenal Leonardo bahwa, “Perspektif adalah untuk melukis apa tali kekang kuda adalah, kemudi ke kapal ‘.
      1.   Satu Titik Perspektif
      Satu Titik Perspektif – Perspektif Persegi Panjang
      http://sia201108s.files.wordpress.com/2011/10/titik-hilang-1.jpg?w=630Dalam perspektif kita menggambar di atas, Anda dapat melihat garis konstruksi yang digunakan untuk menggambar dua persegi panjang dari ilustrasi kami pada halaman 2.
      Ada dua jenis garis konstruksi yang digunakan dalam gambar perspektif:
      1) Garis Orthogonal yang telah kita ditarik dalam merah.
      2) Garis Lintang yang telah kita ditarik dalam warna hijau.
      Kami akan terus menggunakan kode warna dalam ilustrasi berikutnya.
      Garis Orthogonal
      Garis ortogonal  yang sejajar dengan bidang tanah dan bergerak kembali dari pesawat gambar.
      Garis ortogonal mengatur ketinggian bervariasi atau lebar dari pesawat empat persegi panjang seperti itu surut dari pandangan.
      Garis ortogonal selalu tampil untuk bertemu di satu titik hilang pada tingkat mata.
      Garis transversal
      Garis transversal yang selalu di es angl kanan ke orthogonals.
      Garis transversal yang sejajar dengan bidang gambar dan satu sama lain.
      Garis transversal membentuk tinggi tetap atau lebar antara dua garis ortogonal.
      Garis transversal membentuk tepi terdekat dan terjauh dari sebuah persegi panjang seperti surut dari pandangan.
      Vanishing Poin
      Titik hilang, yang telah kita digambarkan berwarna biru, adalah titik pada tingkat mata-mana garis paralel tampaknya menyatu dan menghilang Kedua ilustrasi di halaman ini menggunakan titik hilang tunggal dan menunjukkan bentuk sederhana dari gambar perspektif:. Satu Perspektif Point.
      Satu Titik Perspektif – Perspektif Box
      http://sia201108s.files.wordpress.com/2011/10/titik-hilang-1-box.jpg?w=630
      Satu perspektif titik dinamakan demikian karena menggunakan titik hilang tunggal untuk menggambar objek. Ini adalah bentuk sederhana dari gambar perspektif dan digunakan di sini untuk menggambar kotak.
      Dalam satu perspektif titik, depan dan belakang pesawat transversal kotak selalu tetap sejajar dengan bidang gambar. Hanya perubahan skala mereka saat mereka surut ke kejauhan.
      Perhatikan bahwa hanya garis ortogonal surut yang mengubah sudut mereka.
      Jika Anda mengarahkan mouse di atas gambar untuk melihat ilustrasi selesai, Anda akan melihat bahwa bagian depan dan belakang kotak pesawat kami telah meninggalkan terisi untuk membuat konstruksi lebih terlihat.2Dua Titik Perspektif
      2.    Dua Titik Perspektif
      http://sia201108s.files.wordpress.com/2011/10/titik-hilang-21.jpg?w=630Dua perspektif titik digunakan dalam ilustrasi ini untuk menggambar kotak kita yang sekarang telah diputar pada sudut terhadap bidang gambar.
      Dua perspektif menggunakan dua titik setgaris ortogonal dan dua titik hilang untuk menarik setiap objek.
      Tidak ada lagi pesawat sejajar dengan bidang gambar. Namun vertikal garis transversal masih ditarik sejajar satu sama lain dan pada sudut kanan ke tanah pesawat.
      Hal ini pada tahap ini bahwa gambar perspektif mulai menjadi lebih canggung karena titik hilang kedua sering terletak baik di luar bingkai gambar.
      Klik di sini untuk melihat sebuah ilustrasi yang menampilkan posisi titik hilang kedua. Jika kedua titik hilang yang terletak di dalam bingkai foto, sudut objek yang tampil menjadi sangat menyempit.
      Pada ilustrasi selesai, yang dapat Anda lihat ketika Anda mengarahkan mouse di atas gambar, bagian depan dan belakang kotak pesawat kami telah meninggalkan terisi untuk membuat konstruksi lebih terlihat.
      3.   Tiga Titik Perspektif
      http://sia201108s.files.wordpress.com/2011/10/titik-hilang-3.jpg?w=630Tiga Titik Perspektif menggunakan Eye Tingkat Rendah. Tiga Perspektif Point bentuk yang paling kompleks gambar perspektif. Tiga perspektif titik menggunakan tiga set garis ortogonaldan tiga titik hilang untuk menarik setiap objek.
      Klik di sini untuk melihat ilustrasi penuh dengan semua titik hilang ditampilkan .
      Teknik ini paling sering digunakan ketika menggambar bangunan dilihat dari tingkat mata-rendah atau tinggi. Tingkat mata rendah dalam ilustrasi kita di atas menciptakan ilusi bahwa bentuk kotak adalah menjulang di atas kami. Secara alami memberi skala dari bangunan tinggi.
      Dalam satu dan dua perspektif titik, gambar pesawat tetap pada sudut kanan ke tanah pesawat. Dalam tiga perspektif titik, gambar pesawat tampaknya diatur pada sudut sebagai pemirsa cenderung untuk memiringkan kepala mereka mundur atau maju untuk melihat naik atau turun dari tingkat mata.
      Sebagai akibatnya, vertikal garis transversal , yang paralel di satu dan dua perspektif titik, sekarang tampaknya surut. Mereka membentuk satu set ketiga garis ortogonal, yang bangkit dari bidang tanah dan akhirnya bertemu di titik lenyap 3, tinggi di atas pesawat gambar.
      Tiga Titik Perspektif menggunakan Tingkat Tinggi Mata
      Tiga perspektif titik juga digunakan ketika menggambar objek dari tingkat mata tinggi seperti dalam ilustrasi kita di atas. Ini menciptakan ilusi melihat ke bawah dari sudut pandang yang tinggi.
      Proses menggambar hanyalah kebalikan dari metode yang digunakan untuk menggambar sebuah kotak dari tingkat mata yang rendah.
      4.   Perspektif Lingkaran
      Para Menggambar Perspektif Lingkaran



      http://sia201108s.files.wordpress.com/2011/10/perspektif-lingkaran.jpg?w=630Sebuah lingkaran dalam perspektif ini disebut elips. Gambar dari elips dikendalikan oleh perspektif persegi panjang.
      Gambar kami di atas elips menggambarkan teknik ini. Ada dua tahap yang berbeda dalam penciptaan:
      Gambar 1 Lingkaran pertama divisualisasikan dalam bentuk rencana pada grid persegi datar. Setiap bagian dari grid berisi seperempat lingkaran.
      Gbr.2 grid persegi terdistorsi sesuai dengan hukum-hukum perspektif. Lingkaran ini kemudian digambar ulang ke grid terdistorsi untuk membuat sebuah elips.
      Diagonal-diagonal grid telah ditarik pada kedua ilustrasi untuk membantu dengan merencanakan lingkaran dan elips.
      Mouse di atas gambar untuk melihat ilustrasi diselesaikan tanpa garis-garisnya konstruksi.
      5.  Perspektif dari Cylinder



      Para Menggambar Perspektif dari Cylinder
      http://sia201108s.files.wordpress.com/2011/10/pspektif-silinder.jpg?w=630
      Sebelum Anda mempelajari perspektif silinder, akan membantu jika Anda memahami perspektif lingkaran yang dijelaskan pada halaman sebelumnya.
      Sebuah silinder hanyalah sebuah lingkaran yang diproyeksikan ke dalam tiga dimensi.
      Gambar 1
      Ini merupakan ilustrasi dari sebuah silinder yang dibentuk oleh lingkaran yang diproyeksikan secara vertikal dari tanah pesawat. Elips yang menguraikan semua silinder lebar yang sama. Namun, kurva bulat mereka secara bertahap meningkat saat mereka naik di atas atau turun di bawah tingkat mata. Perhatikan bagaimana elips di tingkat mata dipandang sebagai garis lurus.
      Gambar 2
      Ini merupakan ilustrasi dari sebuah silinder yang dibentuk oleh lingkaran yang diproyeksikan horizontal dari pesawat gambar. Kurva melingkar yang membentuk silinder semua bentuk yang sama, tetapi skala mereka mengurangi karena mereka mundur dari gambar pesawat menuju titik hilang.
      Kedua contoh kami menggunakan satu perspektif titik, bentuk sederhana dari gambar perspektif.
      Perspektif dalam Pasal 1
      Perspektif Menggambar menggunakan Eye Tingkat Pusat
      http://sia201108s.files.wordpress.com/2011/10/prspektif-pasal-1.jpg?w=630Jika Anda dapat melihat atau jika Anda tahu posisi cakrawala dalam gambar, gambar secara otomatis menjadi perpanjangan ruang pribadi Anda sendiri.
      Karena cakrawala adalah juga tingkat mata Anda, Anda dapat memahami skala dan ruang dari gambar dalam kaitannya dengan tubuh Anda sendiri. Setiap bagian dari gambar yang sesuai dengan tingkat mata, merasa seolah-olah dekat dengan pribadi Anda sendiri ketinggian Efek ini bekerja apakah benda yang kecil atau besar, dekat atau jauh, atau apakah penampil sedang berdiri, duduk atau berbaring..
      Di mana pun Anda memilih untuk menempatkan tingkat mata dalam gambar akan memiliki efek penting pada komposisi.









      PRINSIP MENGGAMBAR BENTUK (PERSPEKTIF)
      Standart Kompetensi :
                   Mengekspresikan diri melalui karya seni rupa.
      Kompetensi Dasar :
                   Menggambar bentuk dengan objek karya seni rupa terapan tiga dimensi denganmenggunakan perspektif.
      • PERSPEKTIF
             Perspektif atau sudut pandang adalah teknik atau metode untuk menggambar objek-objek berupa benda, ruang (interior), dan lingkungan (eksterior) yang ukurannya lebih besar dari manusia.


            Teknik ini ada karena keterbatasan jarak pandang mata kita dalam melihat objek. Semakin jauh jarak mata dengan benda, semakin kecil penampakannya dan bahkan akan hilang dari pandangan jarak tertentu. Sebaliknya, semakin dekat jarak pandang mata kita, benda tersebut akan semakin terlihat besar. Dua hal yang harus dijadikan patokan dalam teknik menggambarperspektif sebagai berikut.
      • Titik hilang yaitu titik terjauh dari jangkauan. Jarak pandang mata dan titik hilang selalu terletak di dalam garis horizon.
      • Garis horizon yaitu garis khayal mata (tidak nyata). Di mana kita berada, di situlah garis horizon berada.
      A. Perspektif Satu Titik Hilang
           Pada dasarnya, perspektif satu titik hilang, dua titik hilang, dan tiga titik hilang bisa dibagi lagi menjadi berbagai sudut pandang berdasarkan posisi mata kita berada. Lebih sederhanya, sudut pandang bisa dibagi 3 macam sudut pandang, yaitu sudut pandang mata burung, sudut pandang normal, dan sudut pandang mata kucing.
      a. Sudut Pandang Mata Burung
          Pada sudut pandang mata burung ini, mata kita seolah-olah berada diatas dan melihat objek yang berada di bawah. Jadi, letak garis horiszon berada di atas bidang gambar. Sementara itu, letak letak titik hilang berada pada garis tersebut, bisa dibagian kiri, tengah, atau sebelah kanan. Bahkan bisa juga diletakkan di luar bidang gambar. Setiap objek yang digambar, garisnya bersumber dari titik hilang.

      Contoh gambar sederhana

      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi377hj9N5TCfQjSV5d4tZ9yVaHlLb29DgsdzSwlBt_DR9kAiSDzEQtnVAQZ3t4KneXs4khOijgNx8-Qa5PaJq6jtFU2VeduM0CnaM_iMCKs64psOPPMA3mv0Lzy8h6ZUyEV2w-tE8OwK8/s320/Untitled-1+copy.jpg



      Contoh gambar benda

      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigqkLTMuzCeN7iu0PpreyVUAnOlKRx6Vc-rNAVhIzuO8ru0x0FSahZFl8qHG13a81c8kJ8wtTDmRcqajxRN4TGlr4cEHZz1RyV5o85LFPC5O5X5BjxY6Q-9C5rBRIP5wFDqJ80gpOB7OM/s320/benda+sudut+mata+burung+1+..jpg

      Tahapan dalam menggambar :
      • Buatlah garis horizon di bagian atas bidang gambar.
      • Letakkan titik hilang di dalam garis horizon. Letak garis titik hilang bisa di manapun, di pinggir/ di tengah bidang gambar.
      • Buatlah garis batas ruangan/ dinding dengan patokan garis berasal dari titik hilang tersebut.
      • Gambarlah beberapa bangun dasar yang juga berpatokan pada garis dari titik hilang tersebut. Menggambarnya harus dengan perencanaan. Karena abngun dasar ini dijadikan gambar objek benda.
      • Gambarlah seluruh detail benda dengan patokan komposisi pada bangun dasar.
      • Gambarlah seluruh detail benda dengan patokan komposisi pada bangun dasar.
      • Arsirlah seperlunya untuk memberikan kesan tiga dimensi, volume, dan karakter benda.
      b. Sudut Pandang Normal
          Pada sudut pandang normal, diri kita seolah-olah berdiri normal memandang lurus kedepan. Dengan demikian, bagian atas dan bagian bawah terlihat lebih seimbang. Letak garis horizon tepat di tengah-tengah bidang gambar dan titik hilang bisa diletakkan di mana saja pada garis tersebut. Semua objek yang digambar garisnya berasal dari titik hilang.
      - Contoh gambar bangun sederhana

      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhklkujzbQZ-8VfbsoqYKBb8_AktZIkDy_kvfoeQSju5Twq3Mc03A89vQXZso-5QT7evQMoFy_D-FBFfplLmcvoEnYG1kFArRhiEsWnops-HwOu0MkvAHEEy3zILWcHUILL-1mBnu1ooMc/s320/P17-09-11_15-26%5B1%5D+copy.jpg

      Contoh gambar benda

      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh79D-gkALCxoiv76DCky8OB9tx7GBsVXM9w22RDASICPGKVKXI-XFlBvqISoPBMGh90mpqN92O7i-CaBUfdSeCq5znpCVgXZBe81EyZ2nMC9cEM9Tf17A6BK2bFgjokUBMPWpIreDOCmY/s320/benda+sudut+pandang+normal+1+.jpg

      c. Sudut Pandang Mata Kucing
          Pada sudut pandang mata kucing, seolah-olah kita berada di posisi tiarap dan melihat ke depan,sehingga objek bagian atas akan lebih dominan. Letak garis horizon di bagian bawah bidang gambar dan letak titik hilang pada garis horizon. Titik hilang ini dijadikan pusat untuk menarik garis dalam menggambarkan setiap objek benda.
      - Contoh bangun sederhana

      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYfiTR_6wK65In9G4GnBnmOMNVqJO2DmbwUONWuBWjQDLKpPzS5ZI53Tkn0dfRJ-kvWrwS6Y_JVlbqg44PTiM9N34Bb9V8SIdCMhRZFHk776WbrX2KD3AsEsxqtLdGuhVAhIVsGqaJkbE/s320/Untitled-1+copym.jpg

      Contoh gambar benda
      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZ5ibAwZ6G0aCxBsT2xkkPhhhScgGiOuB4ym8zUXefdYaq_KnOx1JE_Jj92081R2qHycXibBNwJRuEpXb8c4BeeLtIaWGmCC2H3Nb3Y3kY9JvNHcSvA5RmBqF0dXGbEdr3NUS1OOVnqKw/s320/mata+meong+1.+lenyap.jpg
      B. Perspektif Dua Titik Hilang
           Secara teknis, perspektif dengan 2 titik lenyap hampir sama dengan teknik perspektif 1 titik lenyap. Pada teknik perspektif 2 titik hilang, pada garis horizon terdapat 2 titik fokus. Persimpangan garis yang berasal dari 2 titik hilang ini akan membentuk sebuah sudut. Biasanya, jika jarak antara 2 titik hilang ini terlalu dekat, penampakan objek gambar benda mengalami distorsi.

          Tahapan untuk menggambar teknik perspektif 2 titik hilang juga hampir sama dengan teknik perspektif 1 titik hilang, yaitu sebagai berikut :
      • Buatlah garis horizon. Jika memakai sudut pandang mata burung, garis horizon berada di atas bidang gambar. Jika memakai sudut pandang normal, garis horizon berada di tengah-tengah bidang gambar. Jika memakai sudut pandang mata kucing, garis horizon berada dibagian bawah garis horizon.
      • Letakkan 2 titik, masing-masing di bagian ujung kiri dan kanan bidang gambar.
      • Jika menggambar ruangan, buatlah batas ruangan itu dengan menarik garis dari kedua titik tersebut.
      • Gambarlah beberapa bangun dasar dengan patokan dari kedua titik hilangnya. Bangun dasar tersebut diletakkan dan dikomposisikan sesuai dengan perencanaan gambar yang dibuat.
      • Gambarlah seluruh detail benda dengan berpatokan pada bangun dasar yang sudah dibuat. Perhatikan proporsi dan perbandingan antara benda yang satu dan benda yang lainnya.
      • Arsirlah seperlunya untuk memberikan kesan tiga dimensi, volume, dan karakter benda.
      a. Sudut Pandang Mata Burung
      Contoh gambar bangun sederhana

      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsWamjnpm6rCm0pS2tAkdx_ByU8OQGo3Mxf1qhC-YgMckkZFLa42k89peBaIZ1SUAo5nzsMbeyIKpLMyqQQ2LS-knOjJxC7wHfm-tjqwlQBPJU9jdU66pdKPtJFgA_oa0Jw-CYJ5rPzj4/s320/P18-09-11_12-43%5B2%5D.jpg

      Contoh gambar benda

      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOQAqa0foTukB6eVZvoZWubRVzULHIXZr5YLdf-tUih9poZhv1tTvISBdnLBdiYUZWQoCP3-7K1lWkMOH3XKFlEObl-BUVJm-uhzcI-FgprTpuzGmDvl4CtqS_I4EhI2qRDZhslcSMSrU/s320/P18-09-11_12-43%5B3%5D.jpg

      b. Sudut Pandang Normal
      Contoh gambar bangun sederhana

      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirCTgtSNKOflFRSTaFKmPcezWTXLicSWU9TRJGwTFVdwWvjb0XcfEz1x1De3MiHAs81BWNf5UdO1yIpsyLe8SdAbCcI62PNuA4KQcMXQmGYE4-CZUJpdzJRNZQJeswRVvMCz5MfQLzx4w/s320/P18-09-11_12-44.jpg

      Contoh gambar benda

      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfFZkU0jUNKnVh_6iH3vPFKM_WzJpw-zTztlHWASf32qRJzqN_k2fhhysEg4Zxo6kXnbKxy14Kf44qDebhJKauIh_LXvI20f5i2iy3Pp9-jPZ3YCJtX6qgF2N7xTQ-nwBy5fhnwODIF7Y/s400/P17-09-11_15-30%5B3%5D.jpg

      c. Sudut Pandang Mata Kucing
      Contoh gambar bangun sederhana

      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMh65is8GT1E7mOhqEpSANjewUQd2XXREOIMod8JLv40k_ehJsq9PX9U11na0NXavl-EYCiIfEKWvoxGr9KJNE8BxpVQXxTYQyu9OxkyQlZB5dHVnt_aec-_obcoQ_uyci7a2u30w0WBY/s320/P18-09-11_12-44%5B2%5D.jpg

      Contoh gambar benda

      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuo_1iPNEIdMhaSLZoKeBqIP9ZHVbIpzSqOGTNtdho5U7mpIhKKp4__XsRV76kVslhXY-kRpDtkgMMqlVfcJXrnr7bGPcEQE2PK9bqtJBngQN8l9O_AqWDIABMU7BZ32fGtgk2DxKJ65U/s320/mata+kucing+benda+2+.+hilang.jpg

      C. Perspektif Tiga Titik Hilang
           Perspektif dengan tiga titik hilang biasanya hanya bisa dipakai untuk menggambarkan sesuatu yang sangat luas, besar, tinggi, dan secara visual mengalami distorsi yang sangat ekstrem. Biasanya teknik ini dipakai untuk menggambar outdoor dan sudut pandang dari udara, meskipun bisa juga dipakai untuk sudut pandang dari bawah atau sudut pandang mata kucing. Agar tidak mengalami distorsi yang berlebihan, sebaiknya titik hilang diletakkan jauh diluar bidang gambar.
      a. Sudut Pandang Mata Burung atau Penglihatan dari Atas
      Contoh gambar sederhana

      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhud1k3A1KNLnpvT46_CiNoaBd3GD6cKkMgHf-KRUYmOXz4EAF8YtRCO_nvCCi4aZHxjbLH08ktuj-iR0UFE8_-d8UVzjlpplHPvEz4yG258Bas9yOfzc1XxK5MzqgFbxa6lCtZqWrlC-A/s320/mata+burung+3+.+bangun.jpg

      Contoh gambar perspektif tiga titik hilang dengan sudut pandang dari udara

      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYDxFn_8HQB4gdZp1JxRFTNh-dLnw9JCOZSxezLI5Pk4Oz5gjGAO62KgWDZGxzfSv2IRnv9nIVwVKL7_RNLAePbQ8OZC8gdcmzKhQnsSAJtdS50nDqUStAuv9VdVEzhEXifB0JhFYReeU/s320/pandang+mata+kucing+3+.+benda+.jpg

      b. Sudut Pandang Mata Kucing
      Contoh gambar bangun sederhana

      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjIlrj4wVP6mlAs7CaxJ3U-dQrqntsoDHLhwCCd45uUYRcE3XsFppBP4g827TGOe3L2DT7CMXqTu4CcgjYO-dPUS_L5vR2eVCciYD2_7KA4ObYu4Pfogl_QUeycLVuCHZRoUf5QsGc98A/s320/mata+kucing+bangun+3+.+hilang.jpg

      Contoh gambar perspektif tiga titik hilang dengan sudut pandang dari bawah/ mata kucing

      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlasRdSJbQdvyu3naWAy_OukAKbKDIbB4oFA9_F_vHH1BNXo_l5eBcJfBlrqO7cVYmdoaJwjvx4-7VWsu_AbDQMTZ7WvqGyXyu820vaX26ghwa9QjAFd2dGvoed2ly8PWu2wjQV0SlUeM/s320/P17-09-11_15-33.jpg

      Daftar Pustaka : Dari berbagai sumber.